Lembaga Pengembangan SDM PCNU Sumenep

PERIHATIN LAYANAN RSUD

LAKPESDAM KIRIMI PEMKAB REKOMENDASI

10 April kemaren Lakpesdam memutuskan untuk mengirimkan berkas rekomendasi ke berbagai instansi pemerintahan di Sumenep. Di antaranya berkas tersebut dikirim ke RSUD Moh. Anwar, Dinas Kesehatan, DPRD Komisi A, B, D dan semua Fraksi yang ada.

Rekomendasi tersebut antara lain mendesak pendataan warga miskin yang berhak mendapat layanan gratis di rumah sakit. Menurut Direktur Lakpesdam, A. Dardiri Zubairi, selama ini data tentang warga miskin masih sangat simpang siur, hingga warga yang seharusnya masuk dalam daftar penerima Askeskin atau Jamkesmas banyak yang terabaikan.

“Bukankah kita banyak melihat ada warga yang menerima BLT, tapi tidak mendapatkan Beras Miskin. Mendapatkan Askeskin tapi tidak mendapatkan BLT. tidakkah ini keamburadulan yang betul-betul runyam. Oleh karena nya, dalam rekomendasi itu kita juga meminta pihak rumah sakit agar tetap menerima warga miskin yang ingin berobat sekalipun dia tidak punya SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu)”

Lain dari itu, rekomendasi tersebut juga berisi desakan agar Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep segera membuat perda yang mengatur tentang pelayanan minimal di rumah sakit. Dan tak ketinggalan pula, rekomendasi itu juga berisi desakan kepada pemda agar menindak oknom-oknom dokter nakal.

Diakui Dardiri, pengiriman berkas rekomendasi ini dilakukan setelah pihaknya melakukan investigasi tentang pelayanan di Rumah Sakit Moh. Anwar Sumenep sejak tahu 2006 lalu.“Kami sangat kecewa. Pelayanan untuk orang sakit yang sebetulnya harus baik dan santun, ternyata justru sebaliknya” Ungkap pria lulusan UIN Jakarta ini.

Menurutnya, sejak tahun 2006 itu pihaknya menemukan berbagai kejadian yang tidak seharusnya terjadi di Rumah Sakit. Diantaranya, pemerasan dokter terdapa pasien yang dilakuakan memlalui suster, dokter menggiring pasien untuk berobat di kilinik pribadinya sekalipun bisa diobati di rumah sakit, suster membentak-bentak pasien dan keluarga pasien. “Dan masih banyak lagi yang tidak mungkin kami sebutkan di sini. Semua telah kami tuangkan dalam berkas rekomendasi itu”

“Semoga akan mendapat tanggapan positif, dan apa yang kami jumpai selama investigasi tersebut, ke depan tidak akan terulang kembali”. Pungkasnya penuh harap (obbath)

KETUA PCNU HIMBAU WARGA NU TIDAK GOLPUT

Dungkek – Ditengah kekhawatiran berbagai kalangan akan tingginya angka golput pada pemilu legislative mendatang, KH. Abdullah Kholil selaku ketua PCNU Sumenep menghimbau seluruh warga NU agar menggunakan hak pilihnya pada hari pencoblosan nanti. Hal ini disampaikan beliau saat memberikan hikmah maulid yang diadakan Pengurus MWC NU Dungkek kemaren di Desa Jadung Kecamat Dungkek.

Himbauan ini menurutnya didasarkan pada hasil msyawarah para alim ulama yang menetapkan bahwa menggunakan hak pilih sebagai sarana membentuk kepemimpianan di negeri ini adalah sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar.

Menyinggung kemungkinan pesimisme masyarakat terhadap adanya calon legislatif yang betul-betul mau mengabdi pada masyarakat, KH. Abdullah Kholil mengatakan bahwa kepemimpinan yang buruk tetap lebih baik daripada tidak adanya kepemimpinan.

“Salah satu contoh, ada sebuah tanah di pinggir jalan. Si fulan menginginkannya, si Fulanah tak ketinggalan juga kepincut ingin memilikinya, belum lagi si A yang begitu ngebbet. Jika tidak ada pemimpinan, pasti diantara mereka akan terjadi persilisihan dan pertengkaran. Karena tidak ada pemimpin dan tidak peraturan yang mengatur tentang hak kepemilikan terhadap sebuah tanah. Bayangkan jika semua orang dalam kondisi seperti itu. Apa jadinya negeri ini” terang Pria paruh baya yang juga menjabat sebagai kepala pengadilan agama sumenep ini.

Jadi, kata beliau, andaipun sama sekali kita tidak melihat adanya calon wakil rakyat yang baik dalam pandangan kita, kita tetap harus memilih, dengan cara memilah-milah mana yang paling baik di antara yang buruk tersebut.

“Mencari pemimpin yang baik, apalagi seperti Rasullullah, saat tidak mungkin ada. Akan tetapi kita harus mencari mana yang paling mendekati Beliau” terangnya. Ada beberapa barometer yang dapat dijadikan alat untuk mengukur pantas dan tidaknya seseorang menjadi pemimpin. Pertama, kata Beliau, jujur, amanah dan mampu. Sesorang yang diyakini tidak akan mampu, tidak akan jujur dan tidak akan amanah, hendaknya tidak dipilih menjadi pemimpin. Akan tetapi jika kita terjepit dalam keadaan tidak ada pilihan lain, maka kita harus mimilih yang paling amanah atau paling jujur di antara yang tidak jujur tersebut.

Kedua, apa yang disampaikan dan diserukan haruslah berupa kebenaran. Jika ada seseorang mencalonkan diri sebagai pemimpin dan dalam kampanyenya dia berjanji jika kelak nanti terpilih ia akan membangun sebuah tempat prostitusi, maka ini namanya adalah seruan atau ajakan yang tidak mengandung kebenaran. Kita dianjurkan untuk tidak memilihnya.

“Akan tetapi sekalipun begitu, NU tidak akan ikut campur dengan hasrat politik warganya, NU tidak akan menyuruh warganya untuk memilih partai tertentu. Silahkan warga mimilih sekehendak hati dan keyakinannya. NU tidak akan kemana-mana tapi NU berada di mana-mana” tegas beliau mengakhiri himbauannya. (obath)

Melihat Ujicoba Pupuk Organik di Ranting NU Jadung

Gara-gara tak ada Hujan, hasilnya jadi tidak bisa dilihat secara maksimal.

Raut Muka Nawai, salah satu pengurus ranting NU jadung menjadi sumringah waktu sebagaian pengurus lakpesdam datang di desanya dan menanyakan perkembangan uji coba pupuk organik yang di lakukan di desanya.

Jelas terlihat ada rasa bangga yang mencuat dari sudut-sudut matanya, tapi juga nampak ada kecewa yang tak bisa di sebunyikan.

“Di MWC NU Kecamatan Dungkek ini sebenarnya sudah ada beberapa titik yang kami laksanakan tempat uji coba. Diantaranya ya di sini (Red. ranting NU desa Jadung). Namun Karena tidak ada hujan, maka kita tidak bisa melihat hasilnya apakah berhasil atau tidak.” Terangnya dengan muka miris.

Dia mengaku kondisi cuaca saat ini betul-betul membuatnya kecewa, pasalnya beberap waktu lalu saat pupuk organik yang baru dipasang pada tanaman, dan bearapa hari ada hujan, terlihat jelas ada hasil yang begitu memuaskan. Namun setelah hujan tak kunjung datang lagi, tanaman justru menjadi layu.

A. Dardiri Zubairi, Direktur Lakpesdam NU Sumenep mengatakan, ia sebenarnya berharap banyak dari uji coba ini agar penduduk tidak lagi tergantung terhadap pupuk kimia yang belakangan sangat sulit didapat. “Bebarap bulan lalu kita sengaja mengajak beberapa Pengurus MWC dan Ranting untuk studi banding ke Jember untuk belajar membuat pupuk organik. Karena di Sumenep ini saya lihat masih belum ada yang menggagas trobosan-trobosan baru untuk menangani kelangkaan pupuk yang terus terjadi setiap musim cocok tanam.” Kata pria yang juga pengasuh di Ponpes Nasyatul Muta’allimin Gapura ini.

Waktu ditanya tentang gagalnya uji boba saat ini, dia mengaku sudah cukup puas, karena sebenarnya kegagalan ini bukan disebabkan pembuatan pupuknya yang keliru, akan tetapi karena cuaca yang kurang mendukung. “Kita kan sudah lihat hasilnya , dan bagus waktu ada hujan. Jadi saya tidak perlu kecewa. Nanti kita akan coba lagi dengan cara mendatangkan air dengan pompa. Kita harus optimis, pasti berhasil.” Pungkasnya dengan penuh percaya diri. (obath)

RAPAT TAHUNAN LAKPEDAM SUMENEP

Sejak kamis sore taggal 26 Pebruari PC Lakpesdam NU Sumenep menggelar rapat tahunan. Rapat yang membahas tentang program dan kegiatan yang akan dilaksanakan selam setahu ke depan tersebut dihadiri oleh semua pengurus dan sebagagian dewan pengurus.

Rapat tersebut dimulai dengan pengjuan dan presentasi masing-masing devisi oleh koordinator masing-masing. Dalam kesempatan ini, devisi PSDM mengajukan beberpa program dan beberpa kegiatan. antara lain…….

sementara itu devisi advoasi dan pendampingan berencana akan menggelar program….

Salam Silaturrahim

Alhamdulillah, sejak lama kami mengimpikan punya sebuah web untuk mendukung kegitan-kegiatan kami. Terutama sebagai sarana komonikasi dengan dunia luar. semoga ini menjadi jalan kebaikan dan makin membuat kami semangat